Mengembangkan Budidaya dan Rumah Makan Jamur Artha Sifantara

Pengalaman menekuni beberapa bidang usaha membuat Bapak Sunarto (50) paham betul tentang peluang pasar yang bisa dikembangkan dan memiliki prospek menjanjikan dewasa ini. Pernah bekerja pada sebuah lembaga keuangan hingga berjualan mie ayam, membuat jiwa wirausaha suami dari Ibu Siti Hindun tersebut semakin matang. Bersama dengan istrinya, Pak Sunarto memilih membudidayakan jamur kuping dan jamur tiram sebagai ladang bisnis yang dikembangkan pada tahun 2002. Alhasil, sebuah lokasi pembibitan jamur yang beralamat di Tapanrejo RT 10/33 Maguwoharjo, Depok, Sleman berhasil dibangun dengan standar pembibitan yang sudah lolos sertifikasi dari dinas terkait.

Menyikapi persaingan usaha yang semakin ketat, Pak Sunarto kemudian berinisiatif mendirikan rumah makan jamur yang menyajikan berbagai kuliner olahan jamur. “Tahun 2006 saya memutuskan untuk mendirikan rumah makan dengan menu olahan jamur di dekat Stadion Maguwoharjo Sleman, setelah tiga tahun di lokasi tersebut, tahun 2009 kami ┬ápindah di lokasi saat ini (Jl. Raya Tajem km 1 Maguwoharjo, Depok, Sleman)”, jelas Pak Sunarto. Rumah makan yang dibangun dengan nuansa pondok bambu tersebut memiliki menu andalan tongseng jamur dan sate jamur. Dengan 2 orang karyawannya, rumah makan itu saat ini sudah melakukan beberapa variasi masakan, yaitu bakso jamur dan soto jamur. Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, berkisar pada harga Rp.2.000,00-Rp.20.000,00/ porsi.

 

Dapatkan Video Proses Pembuatan Baglog Jamur Tiram dan Budidayanya:
http://bisnisukm.com/video-proses-pembuatan-baglog-jamur-tiram-dan-budidayanya.html

Dan Video Pengolahan Keripik Jamur Tiram:
http://bisnisukm.com/pengolahan-keripik-jamur-tiram.html

Tinggalkan komentar