<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TVBisnis</title>
	<atom:link href="http://tvbisnis.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tvbisnis.com</link>
	<description>Video Panduan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 May 2013 01:35:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Mengembangkan Kreasi Tas Berbahan Baku Natural</title>
		<link>http://tvbisnis.com/mengembangkan-kreasi-tas-berbahan-baku-natural.html</link>
		<comments>http://tvbisnis.com/mengembangkan-kreasi-tas-berbahan-baku-natural.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 01:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[kerajinan tas]]></category>
		<category><![CDATA[tas rajut]]></category>
		<category><![CDATA[tas rotan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tvbisnis.com/?p=801</guid>
		<description><![CDATA[Trend fashion di Indonesia dewasa ini belum bisa terlepas dari bayang-bayang produk luar negeri yang memiliki citra merk kuat dan berkesan bonafit. Tidak hanya dalam hal busana, masyarakat kita pun kini seolah ramai-ramai berkompetisi ‘berburu’ dan memakai produk aksesoris impor seperti tas, sepatu, dll. Kondisi demikian jelas membuat produk fashion karya produsen dalam negeri (lokal) [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Trend <em>fashion</em> di Indonesia dewasa ini belum bisa terlepas dari bayang-bayang produk luar negeri yang memiliki citra merk kuat dan berkesan bonafit. Tidak hanya dalam hal busana, masyarakat kita pun kini seolah ramai-ramai berkompetisi ‘berburu’ dan memakai produk aksesoris impor seperti tas, sepatu, dll. Kondisi demikian jelas membuat <a title="produk fashion" href="http://bisnisukm.com/tag/produk-fashion" target="_blank">produk <em>fashion</em></a> karya produsen dalam negeri (lokal) merasa berat untuk bersaing, kendati dari segi kualitas tidak kalah dari produk-produk impor tersebut.</p>
<p>Fakta bahwa masyarakat kita (terutama kalangan menengah ke atas) lebih menyukai produk <em>fashion</em> impor ternyata tidak menyurutkan semangat para produsen lokal untuk terus berkarya. Salah seorang produsen yang sejauh ini konsisten mengembangkan kreatifitas dengan karya <em>fashion</em> lokal tetapi dengan kualitas internasional adalah Ibu Ferry Yuliana dan Bapak Endro Pranowo. Pasangan suami istri yang telah dikaruniai tiga orang putra tersebut sejak tahun 2002 mengembangkan Gendhis Bag, yakni sentra usaha yang memproduksi aneka jenis tas (<em>fashion</em>) berbahan baku natural.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tvbisnis.com/mengembangkan-kreasi-tas-berbahan-baku-natural.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Lezatnya Untung dari Ubiyabi</title>
		<link>http://tvbisnis.com/menikmati-lezatnya-untung-dari-ubiyabi.html</link>
		<comments>http://tvbisnis.com/menikmati-lezatnya-untung-dari-ubiyabi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Apr 2013 07:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[ubi ungu]]></category>
		<category><![CDATA[ubiyabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tvbisnis.com/?p=798</guid>
		<description><![CDATA[Ubiyabi merupakan produk olahan ubi ungu yang dibuat dengan cara dikukus. Dikatakan berbeda karena dalam menikmati Ubiyabi bisa juga ditambahkan campuran coklat, keju, strawberry, dan blueberry. Adalah Angga Kusuma Aribowo (23), pemuda asal Sleman yang memiliki inisiatif mengembangkan olahan ubi ungu menjadi makanan yang memiliki nilai tambah tersebut. “Ubi ungu diketahui berkhasiat sebagai pencegah kanker, sebagai [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ubiyabi merupakan produk olahan ubi ungu yang dibuat dengan cara dikukus. Dikatakan berbeda karena dalam menikmati Ubiyabi bisa juga ditambahkan campuran coklat, keju, strawberry, dan blueberry. Adalah Angga Kusuma Aribowo (23), pemuda asal Sleman yang memiliki inisiatif mengembangkan <a title="yuk berbisnis aneka olahan ubi" href="http://bisnisukm.com/yuk-berbisnis-aneka-olahan-ubi.html" target="_blank">olahan ubi</a> ungu menjadi makanan yang memiliki nilai tambah tersebut. “Ubi ungu diketahui berkhasiat sebagai pencegah kanker, sebagai antioksidan dan dapat mengurangi resiko terkena serangan jantung,” jelas Angga ketika ditanya mengapa memilih mengembangkan ubi ungu.</p>
<p>Ditemui Tim Liputan TVBisnis di rumah produksinya Jln. Krapyak Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, Angga Kusuma  mengungkapkan agar produknya mudah dikenal maka harus memiliki <em>tagline</em> yang dapat mewakili produk makanannya. ‘<em>Ubiyabi Melted Sweet Potatoes Coklat Yang Meleleh Membuat Nikmatnya Kebawa Mimpi’ </em>menjadi pilihan <em>tagline</em> dari Angga agar produk kreasinya tersebut mampu menarik perhatian dari khalayak, khususnya generasi remaja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tvbisnis.com/menikmati-lezatnya-untung-dari-ubiyabi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Souvenir Pernikahan Dari Kerajinan Gerabah</title>
		<link>http://tvbisnis.com/bisnis-souvenir-pernikahan-dari-kerajinan-gerabah.html</link>
		<comments>http://tvbisnis.com/bisnis-souvenir-pernikahan-dari-kerajinan-gerabah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2013 02:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[gerabah]]></category>
		<category><![CDATA[kasongan]]></category>
		<category><![CDATA[souvenir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tvbisnis.com/?p=793</guid>
		<description><![CDATA[Dari sekian banyak pengrajin gerabah yang terdapat di Desa Kasongan, Susi Nugroho (29) merupakan salah satu pelaku bisnis souvenir gerabah Kasongan yang sukses memasarkan produknya hingga ke seluruh penjuru negeri. Menggunakan website toko online yang Ia bangun, lelaki yang akrab dipanggil Nugroho ini mengusung Lakeisha Souvenir sebagai nama usahanya. “Kata Lakeisha sendiri sengaja saya ambil [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sekian banyak pengrajin gerabah yang terdapat di Desa Kasongan, Susi Nugroho (29) merupakan salah satu pelaku bisnis souvenir gerabah Kasongan yang sukses memasarkan produknya hingga ke seluruh penjuru negeri. Menggunakan website toko online yang Ia bangun, lelaki yang akrab dipanggil Nugroho ini mengusung <b>Lakeisha Souvenir</b> sebagai nama usahanya. “Kata Lakeisha sendiri sengaja saya ambil dari nama anak saya,” ujar Nugroho sembari tersenyum.</p>
<p>Sampai hari ini, produk Lakeisha Souvenir sudah di pasarkan Nugroho ke seluruh wilayah Indonesia. Dengan memanfaatkan 100% pemasarannya secara online, dalam sehari Lakeisha Souvenir bisa menghasilkan sedikitnya 3 box souvenir yang masing-masing kotaknya berisi 1.000 pcs souvenir. Dibandrol dengan harga jual berkisar antara Rp 1.000,00 – Rp 5.000,00/ pcs, sekarang ini Nugroho bisa mengantongi omset jutaan rupiah setiap bulannya. “Dalam sebulan saya menargetkan minimal 40 pesanan, tapi sekarang ini setiap bulannya cenderung mendapatkan pesanan lebih banyak dari apa yang saya targetkan,” terangnya kepada tim TVBisnis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tvbisnis.com/bisnis-souvenir-pernikahan-dari-kerajinan-gerabah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kreasi Kerajinan Perca Unik Dari Sisa Kaos Katun</title>
		<link>http://tvbisnis.com/kreasi-kerajinan-perca-unik-dari-sisa-kaos-katun.html</link>
		<comments>http://tvbisnis.com/kreasi-kerajinan-perca-unik-dari-sisa-kaos-katun.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 02:21:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[kain perca]]></category>
		<category><![CDATA[kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tvbisnis.com/?p=790</guid>
		<description><![CDATA[Mengawali usaha kerajinan perca sejak tahun 2006 silam, Mualimah (36) selaku pemilik Rumah Perca menuturkan bahwa sebenarnya ide bisnis tersebut sudah mulai Ia susun pada tahun 2003. Namun berhubung segala sesuatunya membutuhkan persiapan yang tidak mudah, Ia baru mulai memperkenalkan ke pasaran luas pada tahun 2006. Moment inilah yang kemudian menjadi awal mula kesuksesan Imah [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Mengawali usaha kerajinan perca sejak tahun 2006 silam, Mualimah (36) selaku pemilik Rumah Perca menuturkan bahwa sebenarnya ide bisnis tersebut sudah mulai Ia susun pada tahun 2003. Namun berhubung segala sesuatunya membutuhkan persiapan yang tidak mudah, Ia baru mulai memperkenalkan ke pasaran luas pada tahun 2006. Moment inilah yang kemudian menjadi awal mula kesuksesan Imah (panggilan akrab Mualimah) menggeluti <a title="bisnis kerajinan" href="http://bisnisukm.com/tag/bisnis-kerajinan" target="_blank">bisnis kerajinan</a> perca.</p>
<p>Dibandrol dengan kisaran harga mulai dari yang termurah Rp 15.000,00 untuk produk dompet perca dan yang termahal sekitar Rp 650.000,00 untuk produk bed cover perca, Rumah Perca mencoba menawarkan produk berkualitas bagi para konsumennya. “Kita sengaja menggunakan perca kaos katun soalnya untuk bahan kaos lain hasilnya kurang bagus, sama-sama menghabiskan tenaga, kami lebih memilih perca kaos katun yang lebih bagus sekalian, karena lebih awet, tidak melar, dan tidak luntur,” jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tvbisnis.com/kreasi-kerajinan-perca-unik-dari-sisa-kaos-katun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukses Berbisnis Tepung Bumbu Qreezpy Tanpa MSG</title>
		<link>http://tvbisnis.com/sukses-berbisnis-tepung-bumbu-qreezpy-tanpa-msg.html</link>
		<comments>http://tvbisnis.com/sukses-berbisnis-tepung-bumbu-qreezpy-tanpa-msg.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2013 08:46:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[instan]]></category>
		<category><![CDATA[tepung bumbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tvbisnis.com/?p=786</guid>
		<description><![CDATA[Dibawah bendera perusahaannya yang bernama Rizqiyya Food, Ronni sengaja mengangkat tepung bumbu Qreezpy sebagai brand produk tepung bumbu instant tanpa MSG. Ketika ditemui tim bisnisUKM di lokasi produksinya pada Kamis (7/3) yang lalu, Roni mengaku bahwa bisnisnya dimulai secara mandiri. “Saya mengawalinya pada tahun 2009 silam secara mandiri dengan peralatan yang sederhana,” kenang Ronni Untuk [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Dibawah bendera perusahaannya yang bernama <b>Rizqiyya Food</b>, Ronni sengaja mengangkat tepung bumbu Qreezpy sebagai brand produk tepung bumbu instant tanpa MSG. Ketika ditemui tim bisnisUKM di lokasi produksinya pada Kamis (7/3) yang lalu, Roni mengaku bahwa bisnisnya dimulai secara mandiri. “Saya mengawalinya pada tahun 2009 silam secara mandiri dengan peralatan yang sederhana,” kenang Ronni</p>
<p>Untuk masalah <a title="pemasaran produk" href="http://bisnisukm.com/tag/pemasaran-produk" target="_blank">pemasaran produk,</a> tepung bumbu Qreezpy sendiri masih menggunakan cara lama yaitu secara konvensional dari mulut ke mulut. Akan tetapi Rizqiyya Food sebagai produsennya mengaku telah memiliki lebih dari 50 orang reseller yang memasarkan produk tepung bumbu Qreezpy ini melalui pemasaran online. “Sampai hari ini untuk potensi pasar di luar Pulau Jawa masih sangat besar dan terbuka lebar bagi mereka yang tertarik bergabung menjadi reseller,” jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tvbisnis.com/sukses-berbisnis-tepung-bumbu-qreezpy-tanpa-msg.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aneka Olahan Cassava, Lezat Rasanya Semanis Omzetnya</title>
		<link>http://tvbisnis.com/aneka-olahan-cassava-lezat-rasanya-semanis-omzetnya.html</link>
		<comments>http://tvbisnis.com/aneka-olahan-cassava-lezat-rasanya-semanis-omzetnya.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2013 06:59:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[brownies]]></category>
		<category><![CDATA[cassava]]></category>
		<category><![CDATA[kue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tvbisnis.com/?p=783</guid>
		<description><![CDATA[Ditemui pada hari Sabtu (16/2) di rumah produksinya yang terletak di Jl. Godean Km. 6 Demak Ijo, Gamping, Sleman, Meril yang mengangkat KCT Cassava sebagai nama usahanya menuturkan bahwa awalnya bisnis ini Ia rintis ketika mengikuti ajang kompetisi “Wirausaha Mahasiswa” pada tahun 2009 silam. “Saya sengaja memilih singkong karena saya sendiri kebetulan suka singkong,” ujar [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ditemui pada hari Sabtu (16/2) di rumah produksinya yang terletak di Jl. Godean Km. 6 Demak Ijo, Gamping, Sleman, Meril yang mengangkat KCT Cassava sebagai nama usahanya menuturkan bahwa awalnya bisnis ini Ia rintis ketika mengikuti ajang kompetisi “Wirausaha Mahasiswa” pada tahun 2009 silam. “Saya sengaja memilih singkong karena saya sendiri kebetulan suka singkong,” ujar Meril ketika ditanya mengenai latar belakang pendirian bisnisnya.</p>
<p>Selain menawarkan beragam jenis produk berbahan dasar singkong asli, keunikan dari KCT Cassava bisa kita lihat dari  cara produksinya yang menyajikan kue <i>fres</i><i>h from the oven</i>. “Artinya konsumen akan mendapatkan kue dalam keadaan baru dan hangat karena baru saja selesai dibuat,” ungkapnya sembari tertawa. Strategi seperti ini ternyata cukup disukai para konsumen. Sebab, tidak hanya kualitas rasa kuenya saja yang masih bagus, namun cara tersebut juga lebih efisien karena dapat meminimalisir kue bantat atau basi karena tidak laku terjual dan menghemat ongkos produksi sementara keuntungan dapat semakin meningkat berlipat-lipat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tvbisnis.com/aneka-olahan-cassava-lezat-rasanya-semanis-omzetnya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Minuman Tradisional Perpaduan Daun Sinom dan Temulawak</title>
		<link>http://tvbisnis.com/minuman-tradisional-perpaduan-daun-sinom-dan-temulawak.html</link>
		<comments>http://tvbisnis.com/minuman-tradisional-perpaduan-daun-sinom-dan-temulawak.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2013 06:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis minuman]]></category>
		<category><![CDATA[temulawak]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tvbisnis.com/?p=781</guid>
		<description><![CDATA[Ditemui tim TVBisnis pada Jumat (8/2) silam, Anto mengaku bahwa kata Siwak yang Ia gunakan saat ini berasal dari singkatan sinom dan temulawak. Sedangkan brand Antik diperoleh dari singkatan nama panggilan suami istri tersebut yaitu Anto dan Atik. Memanfaatkan bahan baku dari pasar tradisional di sekitarnya, siwak diproduksi dengan memadukan beberapa rempah tradisional, seperti misalnya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ditemui tim <a title="www.TVBisnis.com" href="http://TVBisnis.com" target="_blank">TVBisnis</a> pada Jumat (8/2) silam, Anto mengaku bahwa kata <b>Siwak</b> yang Ia gunakan saat ini berasal dari singkatan sinom dan temulawak. Sedangkan brand <b>Antik</b> diperoleh dari singkatan nama panggilan suami istri tersebut yaitu Anto dan Atik. Memanfaatkan bahan baku dari pasar tradisional di sekitarnya, siwak diproduksi dengan memadukan beberapa rempah tradisional, seperti misalnya daun sinom, asam jawa, temulawak, kunyit, pekak, kapulaga, serta bahan tambahan lain yang mendukung.</p>
<p>Selain memberikan kesegaran bagi para penikmatnya, ternyata minuman ini juga memiliki khasiat yang sangat bagus bagi kesehatan konsumen. Diantaranya untuk mendinginkan perut, mengatasi nyeri haid, mengatasi sakit panas, dan menjaga stamina badan supaya tidak cepat lelah. Dalam memasarkannya, Anto membandrol harga Rp 5.000,00 untuk siwak ukuran botol 600 ml, sedangkan untuk botol 1500 ml dihargai sekitar Rp 12.000,00. Untuk memperluas pangsa pasar, mereka juga membuat ukuran kecil seharga Rp 1.500,00 untuk menyasar kalangan anak-anak sekolah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tvbisnis.com/minuman-tradisional-perpaduan-daun-sinom-dan-temulawak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Coklat Aneka Rasa Dari Surabaya</title>
		<link>http://tvbisnis.com/bisnis-coklat-aneka-rasa-dari-surabaya.html</link>
		<comments>http://tvbisnis.com/bisnis-coklat-aneka-rasa-dari-surabaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2013 03:50:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[coklat]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[suoklat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tvbisnis.com/?p=778</guid>
		<description><![CDATA[Bisa dikatakan coklat merupakan salah satu makanan ringan yang digemari hampir semua kalangan masyarakat. Rasanya yang unik dan teksturnya yang lembut serta lumer di mulut, menjadikan coklat sebagai salah satu varian makanan yang tak hanya lezat untuk dinikmati namun juga menjadi salah satu alternatif tepat untuk dijadikan sebagai bingkisan unik bagi orang-orang yang terkasih. Peluang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Bisa dikatakan coklat merupakan salah satu makanan ringan yang digemari hampir semua kalangan masyarakat. Rasanya yang unik dan teksturnya yang lembut serta lumer di mulut, menjadikan coklat sebagai salah satu varian makanan yang tak hanya lezat untuk dinikmati namun juga menjadi salah satu alternatif tepat untuk dijadikan sebagai bingkisan unik bagi orang-orang yang terkasih. Peluang inilah yang kemudian mulai dilirik oleh Devi Meisita (28) yang tertarik meneguk manisnya laba dari bisnis coklat aneka rasa.</p>
<p>Sedikitnya ada tujuh variasi rasa yang berhasil dikreasikan Devi, diantaranya ada <i>w</i><i>hite </i><i>c</i><i>hocolate </i><i>c</i><i>rispy, </i><i>d</i><i>ark </i><i>c</i><i>hocolate </i><i>c</i><i>rispy, </i><i>m</i><i>ilk </i><i>c</i><i>hocolate </i><i>c</i><i>rispy</i>, coklat jahe, coklat kopi, <i>d</i><i>ark </i><i>c</i><i>hocolate </i><i>c</i><i>ookies </i>mete, <i>d</i><i>ark</i> kurma mete, dan premium coklat. Dari inovasi tersebut, sebagian merupakan hasil kreasinya di dapur dan sebagian lainnya merupakan permintaan langsung dari para konsumen.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tvbisnis.com/bisnis-coklat-aneka-rasa-dari-surabaya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Kerajinan Lampu Benang Untungnya Kian Terang</title>
		<link>http://tvbisnis.com/bisnis-kerajinan-lampu-benang-untungnya-kian-terang.html</link>
		<comments>http://tvbisnis.com/bisnis-kerajinan-lampu-benang-untungnya-kian-terang.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Mar 2013 06:43:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[lampu benang]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tvbisnis.com/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[Maraknya pernak-pernik lampu benang di pasaran, ternyata cukup menarik minat Guntoro Rusli (31) untuk ikut terjun menekuni bisnis kerajinan lampu benang yang untungnya semakin hari semakin terang. Meskipun memiliki latar belakang yang sangat jauh dari bidang seni kerajinan, namun lelaki yang dulunya berprofesi sebagai seorang pelaut ini sering melakukan perjalanan ke beberapa negara tetangga, salah [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Maraknya pernak-pernik lampu benang di pasaran, ternyata cukup menarik minat Guntoro Rusli (31) untuk ikut terjun menekuni <a title="bisnis kerajinan" href="http://bisnisukm.com/tag/bisnis-kerajinan" target="_blank">bisnis kerajinan</a> lampu benang yang untungnya semakin hari semakin terang. Meskipun memiliki latar belakang yang sangat jauh dari bidang seni kerajinan, namun lelaki yang dulunya berprofesi sebagai seorang pelaut ini sering melakukan perjalanan ke beberapa negara tetangga, salah satunya yang sempat ia kunjungi adalah Negara Thailand. Disana Ia melihat banyak kerajinan lampu untuk dekorasi restoran yang modelnya hampir sama dengan apa yang Ia lihat ketika berkunjung ke Pulau Bali.</p>
<p>Setiap bulannya, Guntoro mampu memproduksi <i>Light Craft</i> minimal 1.000 hingga 3.000 buah perbulan dengan kisaran harga jual mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 1.000.000 untuk ecerannya, dan untuk souvenir pernikahan maupun ulang tahun Ia bandrol sekitar Rp 10.000,00–Rp 40.000,00/ buah. Untuk setiap pemesanan, Ia membutuhkan waktu sekitar 4-6 minggu untuk mengerjakan orderan partai besar. “Biasanya saya memberikan contoh desain, memposting hasil desain dan melakukan <i>brainstorming</i>/konsultasi terlebih dahulu dengan calon konsumen, lalu menyesuaikan budget yang ada dan sebagai tanda jadi saya mulai memproduksi desain sample selama dua minggu, melakukan koreksi produk dengan calon klien selama dua minggu,” terang Guntoro. Jadi bias dikatakan untuk mengerjakan setiap orderan, sedikitnya Ia membutuhkan waktu pengerjaan selama 1 bulan dan untuk produksi massal Guntoro bias membutuhkan waktu 4-6 minggu yang melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tvbisnis.com/bisnis-kerajinan-lampu-benang-untungnya-kian-terang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
